Ada banyak bangunan-bangunan tua di Medan yang masih menyisakan arsitektur khas Belanda. Contohnya: Gedung Balai Kota lama, Kantor Pos Medan, Menara Air Tirtanadi (yang merupakan ikon kota Medan), Titi Gantung - sebuah jembatan di atas rel kereta api, dan juga Gedung London Sumatera.
Selain itu, masih ada beberapa bangunan bersejarah, antara lain Istana Maimun, Masjid Raya Medan, dan juga rumah Tjong A Fie di kawasan Jl. Jend. Ahmad Yani (Kesawan).
Daerah Kesawan masih menyisakan bangunan-bangunan tua, seperti bangunan PT London Sumatra, dan ruko-ruko tua seperti yang bisa ditemukan di Penang, Malaysia dan Singapura. Ruko-ruko ini, kini telah disulap menjadi sebuah pusat jajanan makan yang ramai pada malam harinya. Saat ini Pemerintah Kota merencanakan Medan sebagai Kota Pusat Perbelanjaan dan Makanan. Diharapkan dengan adanya program ini menambah arus kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke kota ini.
Di daerah Kesawan ini, terdapat Kantor Notaris/PPAT Hj. Chairani Bustami, S.H. yang merupakan salah satu Notaris tertua di Medan, setelah Alm. A.P. Parlindungan, S.H. Saat ini Hj. Chairani telah pensiun dan aktif mengajar di Universitas Sumatera Utara. Aktivitas kantor ini kemudian digantikan oleh putra-putrinya yang juga meneruskan profesi orang tuanya sebagai Notaris.
Bangunan tua
Kantor Balai Kota
Kantor Pos Medan
Stasiun Kereta Api Lama
Menara Bakaran Batu
Istana Maimun
Menara Air Tirtanadi
Tjong A Fie Mansion
PT PP London Sumatera
Vihara Gunung Timur
Vihara Setia Budi / Kwan Te Bio
Kuil Shri Mariamman
Masjid Al Osmani
Masjid Raya Al Mashun
Gereja Immanuel
Gedung Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Medan
sumber wikipedia
Bagikan
Situs Pariwisata di Kota Medan
4/
5
Oleh
Vald Blog

TERIMAKASIH TELAH MEMBERI KOMENTAR